Selasa, 03 Januari 2012

Vampir

Di mana-mana muncul vampir. Film terbaru dari seri Twilight Saga, yaitu bagian kedua dari empat yang berjudul New Moon, mulai diputar di Jakarta. Film ini telah memecahkan rekor box office dengan meraup lebih dari 70 juta dollar AS dan kemungkinan akan menjadi laba pembukaan terbesar sepanjang sejarah.
Sebenarnya seri Twilight Saga bukan cerita vampir pertama yang diangkat ke layar lebar. Selama berpuluh-puluh tahun sudah banyak film-film terkenal yang bertemakan vampir.
Kehausan publik untuk vampir sepertinya mirip dengan haus darahnya vampir di legenda itu sendiri.
Para penulis fiksi masa kini yang pernah mengangkat tema vampir, seperti Stephenie Meyer (Twilight Saga), Anne Rice (Interview with the Vampire), dan Stephen King (Salem’s Lot), memiliki “tambang” legenda yang tak habis-habisnya untuk digali. Namun sebenarnya apa yang membentuk pandangan kita sekarang tentang vampir? Jawabannya ada di daerah abu-abu sekitar mitos dan kebenaran.
Vampir adalah tokoh dalam mitologi dan legenda yang hidup dengan memakan intisari kehidupan (biasanya dalam bentuk darah) dari makhluk hidup lain.[1][2][3][4][5][6] Meskipun kepercayaan terhadap setan penghisap darah terdapat dalam berbagai budaya dan telah ada sejak zaman kuno,[7] istilah vampir sendiri baru populer pada awal abad ke-18 setelah masuknya legenda vampir ke Eropa Barat dari daerah Balkan dan Eropa Timur.[8] Di daerah-daerah tersebut juga terdapat legenda mengenai makhluk-makhluk seperti vampir, misalnya vrykolakas di Yunani dan strigoi di Rumania yang juga ikut meningkatkan kepercayaan vampir di Eropa.
Vampir dalam legenda Balkan dan Eropa Timur memiliki penampilan yang beragam (mulai dari makhluk mirip manusia sampai mayat hidup) sedangkan di Eropa Barat, vampir digambarkan sebagai makhluk yang berpenampilan rapi dan mewah. Adalah cerita The Vampyre (1819) karangan John Polidori yang membentuk citra tersebut. Karya tersebut dianggap sebagai karya tentang vampir yang paling berpengaruh di awal abad ke19[9] dan telah mengilhami karya-karya selanjutnya seperti Varney the Vampire dan bahkan Dracula
Vampir umumnya diceritakan keluar dari makamnya pada malam hari untuk menggigit orang-orang dengan taringnya yang panjang dan mengisap darah mereka. Korban yang digigitnya biasanya akan menjadi vampir juga. Menurut beberapa mitos, vampir tidak tampak di cermin karena mereka tidak memiliki jiwa. Dalam cerita fiksi modern, vampir bisa menjelma menjadi kelelawar, serigala, bahkan gumpalan gas, dan harus menjauhkan diri dari sinar matahari.
..................................................................................................................................................................

Sejarah Vampir

Menombak korban
Beberapa sumber keliru melacak asal-usul vampir pada seorang pangeran Romania, Vlad Tepes (1431-1476), yang berjuang untuk kemerdekaan dari Kekaisaran Ottoman. Walau bisa dibilang caranya sangat brutal dan sadis (contohnya ia membunuh musuh-musuhnya dengan menusukkan tombak sedikit demi sedikit, menarik keluar isi perut mereka, memotong-motong badan mereka, membakar mereka, dan lainnya), hal-hal tersebut memang lazim semasa perang di zaman itu.
Teknik-teknik yang sama juga dipakai oleh Gereja Katolik dan para penguasa lainnya di abad pertengahan untuk menyiksa dan membunuh musuh.
Bram Stoker (Dracula) juga telah memasukkan aspek-aspek dari Vlad Tepes ke dalam tokoh Dracula dalam karyanya.
Walau Tepes memang juga memengaruhi gambaran fiksi dari vampir masa kini, akar vampir sesungguhnya memiliki asal yang berbeda. Dari segi kebudayaan, vampir adalah suatu fenomena yang muncul di seluruh dunia.
Menurut pakar antropologi Paul Barber yang merupakan pengarang buku Vampire, Burial, and Death (vampir, pemakaman, dan kematian), hampir semua kultur memiliki cerita versi lokal yang mirip legenda vampir, dan semuanya “memiliki kemiripan yang mengejutkan pada vampir ala Eropa,” katanya.
Kepercayaan akan adanya vampir berasal dari takhayul dan asumsi yang keliru tentang pembusukan setelah kematian.
Catatan penemuan pertama tentang vampir tersebar di Eropa pada abad pertengahan. Cerita-cerita itu semua mengikuti pola yang sama: suatu kenaasan menimpa seseorang, suatu keluarga, atau suatu kota, mungkin karena paceklik yang merusak panen, atau tersebarnya wabah.
Di masa itu, ilmu pengetahuan belum bisa menjelaskan pola cuaca dan teori kuman. Jadi, kesialan apa pun yang tak jelas penyebabnya bisa disalahkan pada vampir. Vampir merupakan jawaban mudah untuk menjelaskan mengapa dari dulu hal buruk bisa terjadi pada orang yang baik.
Mati tetapi belum membusuk
Para penduduk desa menggabungkan keyakinan mereka bahwa ada kutukan yang tengah terjadi di antara mereka dan ketakutan mereka terhadap kematian dan orang mati. Dengan begitu, mereka berkesimpulan bahwa mungkin orang-orang yang baru dikuburlah yang bertanggung jawab karena mereka telah bangkit dari kubur untuk berbuat jahat.
Maka dari itu, makam-makam digali, dan para penduduk desa sering kali dikagetkan oleh proses pembusukan yang normal, dan mengira itu fenomena yang supernatural.
Contohnya, walau orang lazimnya berasumsi bahwa mayat akan membusuk segera, bila peti tertutup rapat dan dikubur pada musim dingin, maka pembusukan bisa tertunda beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. Pembusukan usus bisa menyebabkan penggembungan yang mendorong darah ke mulut sehingga mayat itu terlihat seperti baru saja menghisap darah.
Proses ini dipahami betul oleh para dokter dan pengurus pemakaman zaman sekarang. Namun, pada abad pertengahan di Eropa, semua ini merupakan pertanda yang tak bisa disangkal bahwa vampir itu nyata dan menghantui mereka.
Walau vampir “sesungguhnya” telah tidak ada, legenda-legendanya terus memikat dunia. Sepertinya, baik ilmu pengetahuan ataupun tonggak perak tak mempan membunuh mitos vampir. (Kompas)
Menungkap Vampir
Tahukah anda bahwa suatu penyakit genetik yang disebut porphyria boleh jadi merupakan pemicu munculnya mitos vampir? Porphyria adalah suatu kelainan berupa gangguan pada jalur pembentukan heme, suatu komponen dari hemoglobin yang berperan mengangkut oksigen dalam darah.
Anemia
Kebanyakan individu ini mengidap anemia karena mengalami gangguan sintesis heme (komponen pembentuk hemoglobin). Penyakit ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan dalam jalur pembentukan enzim dari glisin menjadi porfirin, menyebabkan over produksi porfirin yang dapat terkumpul di kulit, cairan tubuh, atau feses. Bentuk yang paling umum dari penyakit tersebut adalah acute intermittent porphyria. Kebanyakan individu yang terserang biasanya heterozigot dan biasanya tidak menimbulkan gejala spesifik karena satu single copy dari gen normal mampu menyediakan mekanisme biosintesis yang cukup untuk produksi enzim secara normal.
Istilah porphyria ini diambil dari bahasa Yunani, porphura yang berarti pigmen ungu, disebut demikian karena warna ungu yang muncul pada cairan tubuh pasien ketika terserang. Selain dapat diturunkan secara genetik, penyakit ini bisa dipicu oleh faktor lain seperti penggunaan obat-obatan tertentu, alkohol, kontrasepsi hormon, dan sebagainya. Pada kondisi lingkungan tertentu dan asupan nutrisi tertentu dapat terbentuk δ-aminolevulinate dan porphobilinogen yang menyebabkan gangguan abdominal akut dan disfungsi saraf.
Salah satu bentuk kelainan porphyria adalah dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, membuatnya rapuh dan mudah rusak. Karakteristik ini dimanfaatkan dalam penelitian pengobatan kanker dimana suatu obat yang diturunkan dari porphyrin disisipkan ke sel kanker, kemudian dipaparkan ke sinar, sehingga membuat melanoma kanker terbakar habis. Bentuk porphyria lain yang jarang terjadi, akan menghasilkan akumulasi uroporphyrinogen I, suatu isomer dari prekursor protoporphyrin. Zat ini menyebabkan urine berwarna merah, membuat gigi sangat mengkilat jika terkena sinar ultraviolet, dan membuat kulit abnormal jika terkena sinar matahari.
Vampir dan Porphyria
Boleh jadi kondisi genetik seperti inilah yang mengawali adanya mitos tentang vampir. Seseorang yang terkena penyakit ini, membutuhkan banyak darah karena dia mengidap anemia dan dia menghisap darah orang lain di malam hari karena pada siang hari kulitnya mungkin bisa melepuh apabila terkena sinar matahari.
Pada Januari 1964, makalah yang membahas porphyria dan etiologi manusia serigala diterbitkan di Proceedings of the Royal Society of Medicine. Lebih lanjut, pada tahun 1985, David Dolphin memublikasikan makalahnya yang berjudul “Porphyria, Vampires and Werewolves : The Aetiology of European Metamorphosis Legends”, yang kemudian menuai beragam kontroversi.
Antara lain karena meski penderita porphyria mendapat terapi injeksi heme, bagaimanapun darah yang diminum (seperti yang dilakukan oleh vampir) akan masuk ke sistem pencernaan dan diuraikan. Polemik lain berkembang yakni pada aspek-aspek seperti sensitifitas terhadap cahaya, dan alergi bawang putih yang ditengarai merupakan bagian-bagian yang ditambahkan oleh industri film pada legenda vampir itu sendiri.

Bukti-bukti adanya vampir

Ketika archaeologists bekerja di Republik Ceko datang di seluruh apa yang mereka percaya adalah kubur wanita. Yang paling terkenal dari semua makam tersebut ditemukan pada tahun 1966 di Celakovice, 10 kilometer (enam mil) timur laut dari Praha. Di sana, archaeologists terungkap 14 skeletons dating dari abad 10. Mulutnya yang telah diisi dengan batu dan pasir, dengan kepala dikeluarkan dari badan. Cerita mulai beredar bahwa skeletons telah fangs. Para arkeolog ini ditolak.
Baru terakhir Agustus, di dekat sebuah sumur-Moravian kota Olomouc menjadi sebuah awal abad kubur. Kali ini, ia adalah seorang wanita. Tubuhnya telah dikuburkan bawah wajah, lengan dan kaki itu diikat bersama-sama. Berbeda dengan sisa skeletons ditemukan di lapangan, perempuan adalah bohong dari utara ke selatan. Ini adalah jenis perawatan reserved hanya untuk terkutuk: Kristen dari periode selalu dikuburkan mereka mati dalam posisi timur-barat. Pada tahun yang sama, arkeolog menghentam darah lagi di Moravia. Dua pria dewasa yang dikuburkan dengan beberapa anak-anak. Para anggota badan dari laki-laki yang severed dari tubuh mereka, dan tulang dari bayi juga berantakan.
Kejahatan apa yang telah mereka? Apakah mereka yang jahat untuk anak-anak yang meningkat pada mangsa yang hidup, atau hanya korban dari bertakhyul umur?
Kota yang dipukul oleh untaian mendadak, nampaknya yg tak dpt dipahami kematian adalah sebuah tempat berkembang biak yakin untuk wanita mitos. Seseorang harus bertanggung jawab, dan dengan takut dan ketidakpastian naik dengan setiap kematian, yang diperlukan kambing hitam. Yang mayat dari orang-orang yang menjadi pemikiran dari lubang yang memasarkan dan "dibunuh" lagi, ridding kota yang mereka ketakutan. Untuk sementara waktu, setidaknya.
Timur Tengah dan Eropa adalah rumah bagi banyak wanita mitos: pertama referensi ke wanita dalam menulis datang dari Rusia, di mana pada 1047 Rusia raja yang dirujuk sebagai sebuah upir, "wanita" di Rusia, Ceko dan Slovakia. Walaupun beberapa account menempatkan puncak dari wanita wabah dari 16 abad ke 19, yang pucat plasma-makhluk lapar tampaknya telah menjadi masalah yang lama sebelum. Tanggal 15-abad Malleus Maleficarium, yang penyihir pemburu 'Injil, dijelaskan cara untuk menghilangkan vampires. Satu benar-benar tidak dapat berbicara dari "membunuh" seorang wanita, sebagai fanged phantoms yang secara teknis tidak hidup atau mati.
Dan apa, tepat, adalah wanita? Mitos yang telah mutated selama bertahun-tahun (atau mungkin rasanya vampires yang memiliki), dan memasarkan datang dalam segala bentuk dan ukuran, yang memiliki salah satu dari berbagai kekuatan gaib. Beberapa boleh menjadi apapun yang hidup. Lain-lain berkeliaran di sekitar siang hari, dan bahkan beberapa (hii, kejutan dan horor!) Emancipated wanita perempuan. Tetapi semua memiliki satu hal dalam umum: mereka telah meninggal, dan sekarang mereka bangkit dari kubur untuk getah kehidupan yang hidup.
Tentu saja, paling dihormati ilmuwan menolak untuk percaya pada keberadaan makhluk tersebut. Mereka mencoba terbaik mereka untuk datang dengan semua jenis penyakit dan teori, hanya untuk membantu mereka tidur di malam hari.

Terbaru adalah rasionalisasi yang vampires yang cukup Rabies korban. Gejala-gejala yang mirip dgn cara yg menyolok. Yang fanatik yang sangat perasa, reacting keras untuk cahaya dan kuat odors - bawang putih, siapapun? Dan tentang apa yang terjadi pd malam hari escapades, meminta Anda? Baik, belum tidur lain efek Rabies, serta hypersexuality. Ia juga menyimpan darah cair lama setelah seseorang telah meninggal. Anjing dan bukan hanya didorong untuk gigitan hewan saat terinfeksi - manusia telah dikenal untuk melakukan hal yang sama.
Bukti tersebut tampaknya berkendara paku ke dalam peti jenazah dari wanita mitos. Tetapi jika Anda tidak cukup yakin dengan penjelasan ilmu pengetahuan modern - tidak tepat bagaimana pergi mendapatkan satu masalah yang pacat? Untuk orang-orang yang beriman yang sederhana tiang-melalui-hati-metode yang terbaik adalah rute, berpikir kembali.
Menurut satu account dari Vampir di Eropa, Desa Blov di barat Bohemia belajar bagaimana cara hard sial ini benar-benar dapat menjadi parasit. Sebagai cerita pergi, yang ada hanya penggembala menolak untuk menerima kematian sebagai nasib. Petani lokal mulai berkurang seperti lalat, dan berburu wanita yang telah berkumpul. Penduduk desa exhumed tubuh yang penggembala dan pergi tiang besar melalui hatinya, sehingga ia yakin pinned melalui ke tanah.
Tetapi ini bahkan telah sia-sia. Pemelihara ternak yang mati bangkit dari kubur dan dilanjutkan dengan pembunuhan itu escapades malam yang sama. Dia bahkan dibuat menyenangkan dari petani, gilang-cemerlang bahwa mereka telah "diberikan ... [dia] denda patuh kepada anjing mendorong diri." Ia tidak sampai penggembala's mayat yang dibakar itu dihentikan.
Dengan cepat dari literatur terbaru, situs web dan remaja kultus dikhususkan untuk vampiric segala sesuatu, ia akan tampaknya ini hanya sebagai makhluk mati keras dalam imajinasi populer karena mereka lakukan dalam legenda. Jadi ingat ini, benar-orang yang beriman: Jika anda pernah dikunjungi oleh seorang wanita dengan aksen Ceko, lupa tentang bawang putih, yang pancang melalui jantung, dan silang dgn patung Kristus. Galilah dia, dia memotong anggota badan dan kepala dan berkata "Burn, bayi, terbakar."

Menyingkap Legenda Vampir Melalui Biokimia

Anemia
Kebanyakan individu ini mengidap anemia karena mengalami gangguan sintesis heme (komponen pembentuk hemoglobin). Penyakit ini disebabkan oleh adanya ketidaksempurnaan dalam jalur pembentukan enzim dari glisin menjadi porfirin, menyebabkan over produksi porfirin yang dapat terkumpul di kulit, cairan tubuh, atau feses. Bentuk yang paling umum dari penyakit tersebut adalah acute intermittent porphyria. Kebanyakan individu yang terserang biasanya heterozigot dan biasanya tidak menimbulkan gejala spesifik karena satu single copy dari gen normal mampu menyediakan mekanisme biosintesis yang cukup untuk produksi enzim secara normal.
Istilah porphyria ini diambil dari bahasa Yunani, porphura yang berarti pigmen ungu, disebut demikian karena warna ungu yang muncul pada cairan tubuh pasien ketika terserang. Selain dapat diturunkan secara genetik, penyakit ini bisa dipicu oleh faktor lain seperti penggunaan obat-obatan tertentu, alkohol, kontrasepsi hormon, dan sebagainya. Pada kondisi lingkungan tertentu dan asupan nutrisi tertentu dapat terbentuk δ-aminolevulinate dan porphobilinogen yang menyebabkan gangguan abdominal akut dan disfungsi saraf.
Salah satu bentuk kelainan porphyria adalah dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, membuatnya rapuh dan mudah rusak. Karakteristik ini dimanfaatkan dalam penelitian pengobatan kanker dimana suatu obat yang diturunkan dari porphyrin disisipkan ke sel kanker, kemudian dipaparkan ke sinar, sehingga membuat melanoma kanker terbakar habis. Bentuk porphyria lain yang jarang terjadi, akan menghasilkan akumulasi uroporphyrinogen I, suatu isomer dari prekursor protoporphyrin. Zat ini menyebabkan urine berwarna merah, membuat gigi sangat mengkilat jika terkena sinar ultraviolet, dan membuat kulit abnormal jika terkena sinar matahari.
chikatilo
Vampir dan Porphyria
Boleh jadi kondisi genetik seperti inilah yang mengawali adanya mitos tentang vampir. Seseorang yang terkena penyakit ini, membutuhkan banyak darah karena dia mengidap anemia dan dia menghisap darah orang lain di malam hari karena pada siang hari kulitnya mungkin bisa melepuh apabila terkena sinar matahari.
Pada Januari 1964, makalah yang membahas porphyria dan etiologi manusia serigala diterbitkan di Proceedings of the Royal Society of Medicine. Lebih lanjut, pada tahun 1985, David Dolphin memublikasikan makalahnya yang berjudul “Porphyria, Vampires and Werewolves : The Aetiology of European Metamorphosis Legends”, yang kemudian menuai beragam kontroversi.
Antara lain karena meski penderita porphyria mendapat terapi injeksi heme, bagaimanapun darah yang diminum (seperti yang dilakukan oleh vampir) akan masuk ke sistem pencernaan dan diuraikan. Polemik lain berkembang yakni pada aspek-aspek seperti sensitifitas terhadap cahaya, dan alergi bawang putih yang ditengarai merupakan bagian-bagian yang ditambahkan oleh industri film pada legenda vampir itu sendiri.
Bagaimana pendapat Anda?

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Vampir
http://wiralodra.com/2009/12/sejarah-vampir/
http://netsains.com/2009/01/menyingkap-legenda-vampir-melalui-biokimia/
http://id.shvoong.com/humanities/1854827-bukti-bukti-adanya-vampir/

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar